Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Rektor IAIN IB: Penelitian IAIN Imam Bonjol Jauh Tertinggal

Sirajuddin Zar-PADANG--Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Profesor Sirajuddin Zar menyatakan saat ini IAIN jauh tertinggal di bidang penelitian dibanding perguruan tinggi lain.

"Kita sudah begitu jauh tertinggal dari perguruan tinggi lain. Saat ini orang sudah berbicara tentang research university. Sementara kita masih berkutat pada penelitian kecil-kecilan yang masih bersandar kepada pendanaan kampus yang juga kecil. Untuk itu Pusat Penelitian harus lebih kreatif dan terus melahirkan penelitian yang bermutu dan bermanfaat bagi masyarakat," kata Sirajuddin saat melantik Kepala Pusat Penelitian IAIN Imam Bonjol Yulizal Yunus, kemarin.

Karena itu, Sirajuddin berharap, Yulizal Yunus dapat mengembangkan penelitian di IAIN sehingga lebih kreatif dan bermutu.

Sosok Yulizal Yunus sendiri bukanlah sosok yang asing bagi dunia penelitian IAIN Imam Bonjol Padang. Kemampuan meneliti dan keahlian dalam mengorganisir kegiatan diharapkan menjadi modal bagi Puslit IAIN untuk bangkit.

Selama ini, Yulizal yang pernah menjabat Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab (FIBA) juga aktif terlibat pada penelitian-penelitian yang yang disponsori oleh beberapa Pemkab dan Pemko di Sumatera Barat.

Sementara, Yulizal Yunus sendiri berencana mengembangkan riset aksi yang lebih dikenal dengan Participatory Action Research (PAR).

Menurut Yulizal, riset yang baik tidak cukup untuk kepentingan riset itu sendiri. Riset yang baik itu harus mendorong kepada tindakan yang kongkrit. Termasuk riset keagamaan yang tujuan utamanya adalah membumikan nilai-nilai keagamaan dalam bentuk amaliyah yang berbasis riset. (*)

Pungutan Kenaikan Pangkat di IAIN IB Dipertanyakan

"Prof Dr H Sirajudin Zar MA Rektor IAIN IB Padang"
PADANG, METRO-- Pegawai Bagian Kepegawaian Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang (IAIN IB Padang) diduga melakukan pungutan untuk kenaikan pangkat kepada pegawai reguler yang akan naik pangkat sekali empat tahun itu.
Akibatnya, beberapa orang pegawai reguler cemas tidak naik pangkat, kalau tidak membayar pungutan tersebut. Meskipun mengeluhkan pungutan itu tapi mereka tetap membayarnya. Seorang pegawai reguler, Bujang (nama samaran) yang sempat ditemui POSMETRO mengatakan, untuk kenaikan pangkat, ia bersama teman-temannya sudah menyiapkan bahan seperti SK terakhir, Daftar Riwayat Hidup, KGB, DP3 dan lainnya. Bahan tersebut sudah mereka serahkan ke Bagian Kepegawaian untuk mendapatkan Nota Usulan kenaikan pangkat.

Namun, lanjut Bujang, setelah bahan itu sampai di Bagian Kepegawaian itu, dikabarkan teman-teman lain bahwa untuk pengurusan berkas tersebut ke BKN Regional IV Pekanbaru dipungut uang sebesar Rp 150.000. Kata teman tersebut, uang itu diminta pegawai Bagian Kepegawaian. Setelah ia mencari tahu ke Bagian Kepegawaian, ternyata memang diminta uang sebanyak itu untuk pengurusan kenaikan pangkat tersebut. “Walaupun saya masih mempertanyakan pungutan tersebut dan sempat bersitegang dengan salah seorang pegawai tersebut, uang tersebut tetap saya bayar. Karena saya takut pangkat saya tidak naik-naik walaupun mengeluhkan pembayaran tersebut,” ungkap Bujang.

Sementara itu, Buyuang (nama samaran) yang juga salah seorang pegawai reguler mengatakan, ia memang mengeluhkan pungutan uang dari pegawai Bagian Kepegawaian tersebut. Karena pungutan itu tidak beralasan yang katanya untuk membayar uang lembur pegawai di BKN, maka Buyuang belum membayarnya. Lagipula, untuk kenaikan pangkat sepengetahuannya merupakan kerjanya Bagian Kepegawaian. Karena mereka telah ditugaskan oleh atasan untuk hal yang seperti itu.

Salah seorang sumber yang akan naik pangkat (yang tak mau disebutkan namanya,red) mengaku, tidak mendapat penjelasan mengenai kegunaan uang yang dipungut tersebut. Karena itu, ia pun belum membayarnya. Akan tetapi, apabila itu memang itu sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku mengenai pengurusan kenaikan pangkat tersebut, maka akan dibayarnya. Ataupun sebagai basa basi kepada pegawai Bagian Kepegawaian yang mengurus kenaikan pangkat tersebut.

Tak ada Pungutan

Terkait dengan pungutan itu, Rektor IAIN IB Padang, Prof Dr H Sirajudin Zar MA yang dikonfirmasi POSMETRO mengatakan, tidak ada pemungutan uang di dalam peraturan yang dikeluarkan Depag Pusat tersebut. Dan prosedur pengurusan kenaikan pangkat tersebut sesuai dengan peraturan Depag Pusat yaitu dari Bagian Kepegawaian IAIN memang diteruskan ke BKN Regional IV Pekanbaru.

Kemudian, Kabag Kepegawaian IAIN IB Padang, Drs Mardius MM yang ditemui POSMETRO mengatakan, pada dasarnya apa yang dikeluhkan beberapa orang pegawai reguler tersebut bukanlah pungutan. Karena, pada awalnya pemberian uang itu sifatnya pribadi. Karena, pengurusan kenaikan pangkat ke BKN Regional IV Pekanbaru bukanlah urusan Bagian Kepegawaian. Akan tetapi adalah pegawai yang bersangkutan.

“Pengurusan kenaikan pangkat pegawai itu ke BKN tidak lagi urusan Bagian Kepegawaian. Karena itu sudah keluar dari institusi IAIN IB Padang. Namun, sepanjang urusan kenaikan pangkat itu untuk mendapatkan Nota Usulan (NTU) Kenaikan Pangkat dari IAIN IB Padang, kami tidak akan meminta uang. Sehingga, kalau ada pegawai saya yang meminta uang, maka tulis namanya dan laporkan kepada saya. Maka saya akan mengembalikan uang tersebut dan memberikan peringatan bagi pegawai saya itu.

Dijelaskan Mardius, untuk ke BKN, Bagian Kepegawaian hanya menyampaikan NTU dan Pemohonan Konsultasi Kenaikan Pangkat dan meminta belangko persetujuan BKN untuk pegawai bersagkutan. Karena pegawainya akan ke BKN juga, maka pegawai yang akan naik pangkat meminta tolong untuk membawakan berkas kenaikan pangkat tersebut. Sehingga, dari pribadi pegawai tersebut memberikan uang tips untuk pengurusan itu. “Jadi, disini kami hanya membantu dan bukan memungut uang. Jadi kalau ada yang tidak mau dibantu tidak apa-apa. Lagipula, dana dari instansi untuk urusan tugas Bagian Kepegawaian sudah cukup,” tegasnya. (nph)

Serambi Mekkah Gandeng IAIN IB

Pd. Panjang, Singgalang
Guna meningkatkan kualitas lulusan dan mempermantap dinamika pembinaan para santri di lingkungan Pesantren Terpadu Serambi Mekkah (PTSM) Padang Panjang, lembaga itu melakukan kerjasama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang. Pada waktu yang bersamaan, PTSM juga menggelar wisuda para alumninya.
Rektor IAIN IB Prof. Dr. Sirajuddin Zar menyatakan, kerjasama yang dilakukan menjadi langkah maju bagi PTSM untuk mengembangkan kualitas pendidikannya di masa mendatang. “Banyak hal yang bisa dikembangkan setelah penandatanganan naskah kerjasama ini. Kedua lembaga, IAIN dan PTSM, diharap bisa memetik manfaat sebesar-besarnya,” ujar Sirajuddin dalam sambutannya pada penandatanganan naskah kerjasama itu, Minggu (17/5), di Komplek PTSM, Kelurahan Guguak Malintang, Padang Panjang.
Selain Sirajuddin, acara itu juga dihadiri Pendiri PTSM H. Bahar Yusuf Dt. Rajo Bukik, Ketua DPRD Padang Panjang Drs. H. Hamidi Labai Sati, Kabid SLTP/SLTA Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang Drs. H. Herman, MM, Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) IAIN IB Drs. Syafrial, M.Ag., pimpinan sekolah dan unit/lembaga lainnya di lingkungan PTSM.
“Kerjasama ini berbentuk pesantren binaan. Lembaga ini adalah pesantren ketiga yang menandatangan naskah kerjasama pembinaan dengan IAIN IB Padang. Programnya mencakup pembinaan sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik, kurikulum kepesantrenan, kegiatan ilmiah dan pembinaan alumni. Ke depan, IAIN IB juga akan membantu PTSM dalam kegiatan ilmiah, termasuk mendatangkan pakar keislaman ke PTSM,” terang Sekretaris PTSM Irwandi, S.S., M.Pd., menjawab Singgalang.
Pemimpin PTSM H. Sehabuddin, S.H., menyatakan kerjasama PTSM dengan IAIN IB dinilai sangat strategis, terutama bila dikaitkan dengan akan rampungnya pembangunan Gedung Convention Center (GCC). Gedung itu, terangnya, bisa menampung banyak kegiatan ilmiah dan pelatihan, baik bertaraf nasional maupun internasional.
Dijelaskan, PTSM Padang Panjang menjadikan Ekonomi Islam sebagai salah satu mata pelajaran muatan lokal, sementara IAIN IB menjadikan studi ini sebagai salah satu keunggulannya.
Pada kesempatan penandatanganan kerjasama itu, PTSM juga menggelar wisuda bagi santri Kelas VI (kelas III SMA/MA), sekaligus penyerahan ijazah pesantren untuk santri tingkat SMP (wustho). Khusus untuk Kelas VI, sebelum diwisuda dan memenuhi persyaratan menamatkan pendidikan sebagaimana umumnya, mereka juga diharuskan menyusun karya tulis ilmiah. o(006)

IAIN Padang Bangun Perpustakaan Internasional

Padang, beritabaru.com - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) akan membangun perpustakaan bertaraf internasional yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp 65 miliar. Pembangunan perpustakaan itu tindak lanjut dari kunjungan Rektor dan Direktur Pascasarjana IAIN dan gubernur Sumbar ke Arab Saudi.

"Proposal permintaan bantuan dana untuk membangun perpustakaan empat tingkat itu sudah dikirimkan kepada pemerintah Arab Saudi. Kami sudah mendapat tanggapan positif, namun masih ada beberapa syarat yang harus dilengkapi," kata Rektor IAIN Imam Bonjol Prof Sirajuddin Zar di Lubuk Lintah Padang, Sabtu.

Rektor mejelaskan pemerintah Arab Saudi telah mengirimkan sejumlah buku, sebagai bukti bahwa negara tersebut bersedia membantu pembangunan perpustakaan bertaraf internasional itu.
Pihaknya berharap izin dan sejumlah persyaratan lain segera selesai.

"Gedung perpustakaan itu akan dibangun di dekat masjid depan rektorat Kampus IAIN Lubuk Lintah Padang," jelasnya.

Sirajuddin mengatakan IAIN Imam Bonjol Padang juga tengah membangun asrama untuk mahasiswa putra dan putri yang dana dasarnya sebesar Rp1 miliar bersumber dari bantuan pemerintah pusat. Mulai Maret 2009 sedikitnya 50 calon mahasiswa dari Malaysia akan kuliah di IAIN. Hal itu menuntut peningkatan kualitas sarana prasarana dan tenaga dosen.

Untuk itu, tambahnya, pihaknya sudah menjajaki untuk menjalin kerja sama dengan Iran dalam bentuk pemagangan dosen IAIN. "Alhamdullilah IAIN Imam Bonjol Padang telah menjadi Lembaga Penyelenggara Tenaga Kependidikan (LPTK) Guru. Kini tengah melakukan pembenahan mengarah menjadi Lembaga Penyelenggara Tenaga Kependidikan (LPTK) Dosen," kata Dosen Filsafat itu. (*).

IAIN Imam Bonjol Padang Terima 1.600 Mahasiswa Baru

PadangKini.com

PADANG--IAIN Imam Bonjol Padang kembali menerima mahasiswa baru Tahun Akademik 2009/2010. Penerimaan ini untuk semua jurusan yang berjumlah 27 jurusan pada lima fakultas, Baik S.1, D.3 dan D.2.

IAIN Imam Bonjol Padang menargetkan 1.600 mahasiswa baru yang akan menempati jurusan-jurusan tersebut. Jumlah ini berkaitan dengan daya tampung IAIN saat ini.

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang juga Purek Bidang Akademik IAIN Imam Bonjol Padang, Profesor Syafruddin Nurdin menyatakan, pada prinsipnya peminat IAIN membludak dari tahun-ke tahun. Tetapi mengingat daya tampung yang terbatas, hanya ditargetkan menerima 1.600 calon mahasiswa.

"Oleh sebab itu, kita akan mencoba melakukan penjaringan yang ketat supaya input mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang tahun ini meningkat," katanya seperti dikutip rilis pers Humas IAIN Imam Bonjol.

Soal jadwal PMB itu sendiri, Suardi Sikumbang Kasubag Humas IAIN Imam Bonjol Padang menyatakan proses seleksi sudah dimulai beberapa bulan yang lalu melalui jalur Penelusuran Minat, dan Kemampuan (PMDK). "Paling tidak, sekitar 30 persen mahasiswa baru angkatan 2009/2010 nanti diisi oleh mahasiswa yang berasal dari jalur PMDK," katanya.

Sementara itu, kabar baik menghampiri calon mahasiswa yang punya kemampuan bahasa asing (ARAB-Inggris) dan pengetahuan agama yang baik. IAIN Imam Bonjol Padang akan menyeleksi mahasiswa Program Khusus Kelas Internasional Ilmu Ushuluddin. Kelas khusus ini menerapkan pembelajaran multilingual (banyak) bahasa dalam pengantar kuliah.

Istimewanya, bagi mahasiswa yang lulus program khusus akan menikmati beasiswa sampai tamat (kuliah gratis) dan disediakan asrama khusus. Program khusus ini bertujuan menciptakan calon intelektual muslim dan ulama yang mempunyai kualifikasi ahlai dalam bidang tafsir dan ilmu hadits. (*)

Rektor IAIN IB: Program Beasiswa untuk PT Harus Merata

PADANG--Rektor IAIN Imam Bonjol Sirajuddin Zar meminta agar program beasiswa diberikan secara proporsional dan merata untuk perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta perguruan tinggi dibawah institusi Departemen Agama.

"Selama ini seolah-olah ada sekat dan terkelompokkan, pemberian beasiswa belum merata kepada semua perguruan tinggi," kata Sirajuddin dalam pertemuan rektor perguruan tinggi dengan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi di Gubernuran, Jumat (13/6).

Ia mengatakan, ke depan pemberian beasiswa jangan hanya didominasi beberapa perguruan tinggi saja.

Menanggapi permintaan Sirajuddin, Wakil Gubernur Sumbar Marlis Rahman yang juga hadir dalam pertemuan itu mengatakan sebenarnya tidak ada pengkotak-kotakan perguruan tinggi.

Ia mengatakan, dengan adanya alokasi dana Rp45 miliar untuk beasiswa perguruan tinggi maka Pemprov berencana membentuk sebuah lembaga atau yayasan pengelola dana tersebut.

"Dengan adanya rencananya ini, kita akan bagikan beasiswa swcara merata bagi semua perguruan tinggi," katanya.

Dana beasiswa itu bersumber dari dana community development yang diberikan PT. Rajawali Group, salah satu pemegang saham PT Semen Padang kepada Pemprov Sumber. Semua dana akan dikelola dan dihibahkan untuk beasiswa perguruan tinggi. (bening/o

Menag: IAIN Tak Perlu Ubah Status


Institut Agama Islam Negeri (IAIN) tidak perlu berubah status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) karena dikhawatirkan dapat menghilangkan eksistensi ilmu keislaman yang telah dikembangkan selama ini.

"Peningkatan kualitas dan pembenahan manajemen menjadi tuntutan, agar selalu maju dan berkembang dengan baik," kata Menteri Agama M Maftuh Basyuni menyatakan usai melantikan Rektor IAIN Imam Bonjol (IB) Padang, Prof Dr Sirajuddin Zar MA di Kampus Lubuk Lintah Padang, Kamis (14/6).

Menag menyebutkan, hingga kini hanya tinggal delapan IAIN yang belum beralih status menjadi UIN. Ke depanya diharapkan tetap tidak mengalami perubahan.

Dikatakan, masyarakat membutuhkan keberadaan perguruan tinggi Islam. IAIN diharap tidak bercita-cita mengubah status namun memperkuat eksistensi dan meningkatkan kualitas dosen serta memperbaiki manajemen kampus.

Acara pelantikan Rektor baru IAIN IB Padang itu, juga dihadiri Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi dan anggota DPD RI asal pemilihan Provinsi Jambi, Nusran Jawaher.

Menurut Menag, IAIN IB Padang sudah tepat sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), tidak perlu menyaingi perguruan tinggi negeri yang ada saat ini.

IAIN IB Padang, diharapkan ke depan tetap sebagai PTAI, sehingga mampu melahirkan para ulama dan "Imam Bonjol" baru di Sumbar.

Sementara itu, Rektor IAIN IB Padang Sirajuddin Zar menyatakan, keinginan untuk merubah status IAIN IB menjadi UIN sebenarnya sudah disiapkan sejak tiga tahun lalu.

Namun dari penegasan Menag itu, kata Sirajuddin, ke depan atau setidaknya selama masa jabatannya, ia akan lebih konsentrasi pada pembenahan manajemen dan memperkuatan eksistensi IAIN IB Padang.

"Kita tidak akan berpikir dan mempersiapan IAIN IB menjadi UIN, namun lebih kepada pemantapan basis ilmu ke Islaman di perguruan tinggi ini," katanya.

Ia mengkhawatirkan, jika IAIN IB berubah status ke UIN bisa saja bidang ilmu ke islaman selama ini dikembangan akan terbagi-bagi dengan ilmu umum.(dpg/han)

Prof Dr H Sirajuddin Zar MA Terpilih

Prof Dr H Sirajuddin Zar MA mendapatkan suara terbanyak dalam acara pemilihan ulang rektor IAIN Imam Bonjol (IAIN IB) Padang. Acara pemilihan ini dilaksanakan di ruang rapat senat lantai II Gedung Rektorat IAIN IB Padang, Kamis (02/11).

Pemilihan ulang ini diputuskan dalam rapat senat yang dilakukan tanggal 19 Oktober 2006 yang lalu. Pemilihan ulang rektor IAIN IB Padang ini dijadwalkan tanggal 2 November 2006. Pemilihan yang dipimpin oleh Pengganti Sementara (Pgs) Rektor IAN IB, Prof Dr HM Atho Mudzhar dari awal sampai perhitungan suara tak ada kendala. Dalam penghitungan suara, Prof Dr H Sirajuddin Zar MA mendapatkan suara terbanyak.

Suara yang diperebutkan sebanyak 39 suara itu dirangkulnya sebanyak 24 suara. Sedangkan calon lain, Dr H Makmur Syarif SH MAg menarik 14 suara dan Prof Dr Yahya Jaya MA hanya mendapatkan 1 suara. Suara yang seharusnya 40 suara itu berkurang 1 suara karena Prof Dr HM Atho Mudzhar tidak mempergunakan hak suaranya.

Ketika ditanya mengenai alasannya tidak memilih dan tugas selanjutnya sebagai Pgs rektor, Atho menjawab, “Saya bukan senat IAIN IB, bukan pula dosen IAIN IB dan saya hanya orang Departemen Agama (Depag) yang ditugaskan ke IAIN IB ini. Jadi, jauh sebelumnya saya sudah memutuskan untuk tidak ikut memilih pada pemilihan ulang ini. Tugas saya selanjutnya, saya akan menyampaikan rekomendasi senat kepada Menteri Agama (Menag), Maftuh Basyumi. Kemudian saya akan berjuang dan membantu proses pelantikan calon rektor terpilih”.

Pada proses sebelumnya, senat telah mengirimkan surat kesediaan untuk dicalonkan menjadi rektor dengan formulir telampir. Surat tersebut diberikan kepada 21 orang anggota senat yang memenuhi syarat untuk mencalonkan sebagai rektor. Dari yang 21 itu, 6 orang mengembalikan formulir sedangkan yang 15 orang lagi tidak mengembalikan. Enam orang tersebut, 3 orang menyatakan diri tidak bersedia untuk dicalonkan dan 3 orang lagi bersedia untuk dicalonkan. Tiga orang yang bersedia dicalonkan itu adalah Dr H Makmmur SH MAg, Prof Dr Yahya Jaya dan Prof Dr H Sirajuddin Zar MA. Hal ini di sampaikan Pgs Rektor IAN IB, Prof Dr HM Atho Mudzhar kepada para insan pers di ruangan panitia pemilihan.

Maka, setelah melengkapi persayaratan administrasi, tiga calon ini dinyatakan oleh panitia dan senat berhak untuk ikut dalam pemilihan ulang. Berkas persyaratan iitu diserahkan panitia kepada Atho sebelum acara pemilihan ulang. Setelah dipelajari dan diperiksa serta dinilai oleh Atho menurut ketentuan dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) No 45 Tahun 2006, persyaratan tersebut lengkap dan sesuai dengan KMA No 45 Tahun 2006 tersebut. Maka 3 orang tersebut berhak untuk mengikuti pemilihan ulang sekarang, tambahnya.

Dengan diraihnya suara terbanyak oleh Prof Dr H Sirajuddin Zar MA, maka senat akan membuat surat rekomendasi kepada Menag. Hal ini sesuai dengan Pasal 11 KMA No 45 Tahun 2006 yang berbunyi : Senat merekomendasikan calon rektor yang mendapatkan suara terbanyak kepada Menag untuk dilanjutkan kepada proses pelantikan menjadi rektor. Surat rekomendasi itu akan berisi tentang telah berhasilnya pemilihan ulang dan calon rektor tepilih dalam pemilihan ulang rektor IAIN IB yang mendapatkan suara terbanyak adalah Prof Dr H Sirajuddin Zar MA. Penyampaian rekomendasi tersebut akan dilakukan dalam waktu paling lambat 15 hari yang akan datang. (nph)

Menag Lantik Rektor Baru IAIN IB Padang

PADANG- Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni melantik Sirajudin Zar sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol (IB) Padang periode 2007-2011, Kamis (14/6).

Prosesi pelantikan yang dilaksanakan di Aula Rektorat IAIN IB di lubuk Lintah, Padang, Sumatra Barat (Sumbar) tersebut dihadiri Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, anggota DPD RI Yusran, Bupati dan Wali Kota serta pimpinan perguruan tinggi se-Sumbar.

Acara pelantikan itu sendiri berlangsung tanpa hambatan. Pasahal sebelumnya ada ancaman sekelompok mahasiswa yang ingin menggagalkan pelantikan .

"Rektor IAIN IB yang baru dilantik harus mampu memajukan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus dan mendahulukan kepentingan masyarakat daripada kepentingan individu dan kelompok," kata Menag.

Proses pemilihan hingga terpilihnya Rektor IAIN IB periode 2007-2011 tersebut melewati jalan berliku dan panjang selam hampir dua tahun. Sebelumnya, pada 29 November 2005, pemilihan Rektor IAIN IB periode 2007-2011 yang diikuti dosen, perwakilan mahasiswa dan karyawan itu dimenangkan Nasrun Haroen yang memperoleh 133 suara.

Ia mengalahkan kandidat lainnya, Maidir Haroen yang mendapatkan 109 suara dan Yahya Jaya yang memperoleh satu suara. Adapun Sirajudin Zar, yang saat itu juga mengikuti pemilihan bersama Hayati Nizar dan Rusdi tidak memperoleh suara.

Senat IAIN IB kemudian menetapkan tiga calon rektor, Nasroen Harun, Maidir Harun dan Yahya Jaya, untuk diusulkan kepada Menteri Agama, namun ketiga calon itu ditolak. Menteri Agama menunjuk Atho’ Mudzahar sebagai pelaksana tugas (Plt) Rektor IAIN IB Padang.

Penunjukkan Plt Rektor IAIN IB itu mendapat tantangan dan demonstrasi dari civitas akademika kampus islami tersebut.

Meski menghadapi banyak rintangan, Plt Rektor IAIN IB Atho’ Mudzahar berhasil mengendalikan keadaan dan menjalankan tugasnya sebagai tampuk pimpinan, diantaranya melaksanakan pemilihan ulang Rektor IAIN IB perode 2007-2011.

IAIN IB kembali menggelar pemilihan rektor baru pada 2 November 2006 yang diikuti tiga kandidat, Makmur Syarif, Sirajuddin Zar, dan Yahya Jaya. Dalam pemilihan ulang yang tidak lagi melibatkan perwakilan mahasiswa tersebut, 40 anggota senat IAIN IB memenangkan Sirajuddin Zar. (AA/OL-06)